Bismillahirrohmanirrohim
Melampaui batas. Itulah tingkah laku perbuatan manusia yang terjadi saat ini. Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan kabar yang sangat menyayat hati. Kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh belasan orang secara bergilir dan ironisnya para pelaku ini masih duduk di bangku SMP. Parahnya lagi setelah memperkosa, mereka kemudian membunuh korban dan membuang ke jurang. Tidak hanya sampai disitu, ada lagi kasus yang serupa namun korbannya adalah BALITA pelakunya juga membunuh korban usai melampiaskan nafsu bejadnya itu. Kemudian di Tanggerang terjadi kasus yang naudzubillah diluar batas. Pemerkosaan seorang remaja yang berakhir dengan dibunuhnya korban dengan cara yang amat keji, korban dibunuh dengan cara memasukkan sebuah cangkul kedalam daerah intim korban hingga cangkul tersebut memasuki hampir 90% tubuhnya.
Melampaui batas. Itulah tingkah laku perbuatan manusia yang terjadi saat ini. Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan kabar yang sangat menyayat hati. Kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh belasan orang secara bergilir dan ironisnya para pelaku ini masih duduk di bangku SMP. Parahnya lagi setelah memperkosa, mereka kemudian membunuh korban dan membuang ke jurang. Tidak hanya sampai disitu, ada lagi kasus yang serupa namun korbannya adalah BALITA pelakunya juga membunuh korban usai melampiaskan nafsu bejadnya itu. Kemudian di Tanggerang terjadi kasus yang naudzubillah diluar batas. Pemerkosaan seorang remaja yang berakhir dengan dibunuhnya korban dengan cara yang amat keji, korban dibunuh dengan cara memasukkan sebuah cangkul kedalam daerah intim korban hingga cangkul tersebut memasuki hampir 90% tubuhnya.
Hal-hal
tersebut terjadi tidak dengan sendirinya ada hal yang menjadi akar penyebab
dari deretan kasus-kasus tersebut. Setelah polisi meringkus para pelaku
didapati alasan dan motif yang mengapa mereka tega melakukan hal yang keji
tersebut. Ada yang beralasan ditolak berhubungan suami-istri padahal status
mereka bukan suami-istri, ingin punya pacar karena selalu diejek temannya
menjomblo terus, sengaja melakukan karena ingin mempraktekkan adegan film porno
yang ditontonnya, sakit hati kepada mantan pacarnya, dan lain-lain. Selain motif-motif diatas ada fakta mengejutkan lain dari kasus-kasus tersebut. Mayoritas pelaku yang melakukan perbuatan tersebut pernah BERPACARAN baik dengan korban maupun dengan orang lain. Karena beberapa sebab persis dengan motif mereka seperti diputusi pacarnya, diselingkuhi, menolak berhubungan suami-istri dll para pelaku ini marah dan secara gelap mata memperkosa korban dan membunuhnya. Dari
deretan alasan-alasan para pelaku dapat disimpulkan bahwa penyebab kasus-kasus
pemerkosaan yang berujung maut ini diakibatkan karena mereka tidak dapat
menjaga nafsu syahwat mereka dikarenakan mereka BERPACARAN. Lantas bagaimana
bisa kedua hal ini menjadi akar permasalahan dari kasus-kasus keji tersebut?
Ada beberapa
data yang dapat dijadikan alasan mengapa PACARAN menjadi penyebab dari
kasus-kasus pemerkosaan yang berujung maut ini. Menurut Rifka
Annisa, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang
kesehatan reproduksi dan gender menemukan bahwa sejak tahun 1994-2001,
dari 1683 kasus kekerasan yang ditangani, 385 diantaranya adalah kekerasan
pada masa pacaran (Kompas-online 4 Maret 2002). Rumah Sakit Bhayangkara
di Makassar yang telah membuka pelayanan satu atap (One Stop Service)
dalam menangani kekerasan terhadap perempuan mendapatkan bahwa dari tahun
2000-2001 ada 7 kasus kekerasan pada masa pacaran yang dilaporkan
(Kompas-online 4 Maret 2002). Sedangkan PKBI Yogyakarta mendapatkan bahwa
dari bulan Januari hingga Juni 2001 saja terdapat 47 kasus kekerasan pada
masa pacaran, 57% diantaranya adalah kekerasan emosional, 20% mengaku
mengalami kekerasan seksual, 15% mengalami kekerasan fisik, 8% lainnya
merupakan kasus kekerasan ekonomi (Kompas, 20 Juli 2002 dalam
http://www.bkkbn.go.id). Dari data-data tersebut sudah sangat jelas mengapa
PACARAN menjadi penyebab dari kasus-kasus ini. Memang tidak ada korban jiwa
di dalam data-data tersebut dikarenakan data yang diambil merupakan data
lama dari tahun 90an hingga tahun 2000 dan sampailah tahun sekarang, tahun 2016
yang merupakan puncak dari diluar batasnya akibat yang ditimbulkan oleh
PACARAN. Timbullah pertanyaan mengapa PACARAN dapat menyebabkan hal ini
terjadi?
PACARAN
terjadi karenan adanya CINTA dan cinta ini terjadi diawali dari PANDANGANnya
terhadap lawan jenis kemudian berlanjut ke PDKT dan akhirnya PACARAN. Seiring
berjalannya waktu orang yang berpacaran akan terpenjara oleh cintanya sendiri.
MABUK CINTA itulah yang menyebabkan diri mereka terpenjara oleh rasa cintanya
sendiri. Istilah mabuk cinta sungguh tidak asing di telinga kita. Ibnu Hazm Al
Andalusy membagi cinta menjadi beberapa tingkatan:
- Al Istihsan (menganggap
baik) yaitu ketika seseorang melihat orang yang dilihatnya kemudian ia
mengungkapkan keindahannya (memujinya) biasanya orang akan merayu dan
menggombal orang yang disukainya.
- Al I’jab(terpesona)
yaitu adanya hasrat dari orang yang melihatnya untuk lebih dekat lagi dan
ada keinginan kuat untuk berbincang-bincang dengan pihak yang dilihatnya
setiap waktu setiap saat hingga ia lupa waktu. Jadwal makannya sendiripun
dia lupa.
- Al Ilfah (jinak atau adanya rasa
tenteram dan damai) yaitu munculnya rasa kesepian yang dirasakan oleh
pihak yang mencintai ketika pihak yang dicintai menghilang dari
hadapannya. Keramahan dan kedamaian yang diberikan oleh pihak yang
dicintai tidak bisa digantikan dengan keramahan orang lain. Dalam tahap
ini jika sudah parah orang tersebut dapat mengalami gangguan psikis, dia
akan merasa sangat gelisah jika tidak dapat bertemu dengan orang yang
dicintainya itu
- Al Isyqun (mabuk cinta), yakni
perasaan cinta yang menggebu saat pihak yang dicintai dapat menguasai
semua ruang cinta dalam kalbunya. Pikiran orang dalam tingkatan ini akan
selalu dipenuhi oleh cinta. Tidak ada bayangan yang hadir kecuali bayangan
sang kekasih. Ia selalu menyebut dan memikirkannya. Orang seperti ini
bagaikan lembu terpenjara di kandang yang sempit, dia tidak bisa lolos
dari bayang-bayang orang yang dicintainya. Dia tidak dapat bergerak
kedepan, kebelakang, ke kiri, dan ke kanan.
Dari semua
tingkatan yang ada tingkatan yang keempat inilah yang paling berbahaya. Orang yang terkena Al Isyqun (mabuk cinta) akan sangat TEROBSESI dengan pacarnya, segala sesuatu yang ada pada dirinya baik itu hati, pikiran, perasan, nalar, akal sehat, dan logika orang tersebut hanya dituju kepada PACARNYA Jika
seseorang telah mencapai tingkatan ini maka hatinya berstatus MATI. Lain hal
dengan hati pada tingkatan cinta lainnya yang masih berstatus sakit, hati yang sakit
dapat disembuhkan sedangkan HATI YANG MATI? Hati yang mati inilah yang dengan mudahnya syaitan mengambil kontrol orang tersebut untuk
membisik-bisikkan ajakan sesat. Syaitan akan mudah masuk dari segala penjuru untuk mendorong seseorang melakukan
hal yang sangat keji kepada PACARNYA baik itu tindak kekerasan, pemerkosaan, dan bahkan pembunuhan. Hati yang mati tidak ada lagi perlindungan untuk
menangkal bisikan syaitan yang terkutuk dan hasilnya adalah berita mengenai
kasus-kasus pemerkosaan yang kita dengarkan sekarang.
Padahal
Allah swt sudah memperingatkan kita didalam firmannya Surah An-Nur: 30 yang
artinya:
"Katakanlah
kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara
pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu lebih suci
bagi mereka. Sungguh, Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat."
Kemudian
firmannya didalam surah Al-Israa': 32 yang artinya:
"Dan
janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
Sangat jelas Allah telah memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga
pandangan kita dan melarang kita untuk mendekati zina. Hal ini Allah swt
perintahkan bukan tanpa ada alasan tetapi untuk menjaga kita dari hal-hal yang
tidak diinginkan, SUBHANALLAH. Maka dari itu hendaknya kita dapat menjaga diri
kita, keluarga, kerabat, dan teman-teman kita dari kedua hal ini agar kita
terhindar dari kesesatan syaitan dan selamat dunia dan akhirat.
WALLAHU A'LAM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar